Seluruh Kawasan Konservasi Di Garut Resmi Ditutup

Advertisemen
Info Papandayan - Apakah Gunung Papandayan dan Gunung Guntur Ditutup?

Setelah terjadinya kebakaran di kawasan Gunung Papandayan dan Gunung Guntur beberapa waktu yang lalu akhirnya  BKSDA Seksi Konservasi Wilayah V Garut kini resmi menutup kawasan konservasi yang berada diwilayah Kabupaten Garut untuk pengunjung dan pendakian. Maka dengan itu Gunung Papandayan dan Gunung Guntur resmi di tutup. Tidak hanya wilayah Gunung Papandayan dan Gunung Guntur, penutupan wilayah ini juga mencakup wilayah konservasi BKSDA yang lainnya seperti kawasan Talaga Bodas, Kamojang, dan Sancang.
Berita terbaru dari BKSDA Garut ini menjawab semua pertanyaan sobat paguci yang sering kali menanyakan apak Gunung Guntur dan Gunung Papandayan ditutup atau dibuka? Maka jawabannya adalah RESMI DITUTUP.
Sampai kapam penutupan berlangsung?
Seluruh kawasan konservasi di Garut resmi di tutup dalam batas waktu yang tidak di tentukan sampai kapan. Langkah ini di ambil mengingat kondisi alam yang membutuhkan waktu pemulihan yang sangat panjang (terutama kawasan Gunung Papandayan) dan kondisi cuaca musim kemarau yang belum terlihat akan beralih. Menurut Kepala BKSDA Seksi Wilayah V Garut, Toni Ramdhani, BScF, penutupan kawasan ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi kebakaran yang terjadi oleh kelalaian manusia. Kepala BKSDA Seksi Wilayah V Garut berharap semua lapisan masyarakat bekerja sama dalam upaya pencegahan kebakaran dan proses rehabilitasi area yang terbakar.
Khusus untuk Gunung Papandayan, penutupan ditujukan hanya untuk kegiatan pendakian dan berkemah. Artinya masih diperbolehkan masuk akan tetapi tidak diperbolehkan mendaki serta berkemah. Hal ini juga bertujuan agar masyarakat yang menggantungkan pencaharian mereka pada pariwisata masih tetap bisa melanjutkan pekerjaannya.
Beberapa waktu yang lalu Gunung Papandayan si jago merah membakar kawasan Gunung Papandayan hingga menyebabkan hangusnya lebih dari 328,85 Hektar. Area kebakaran yang paling parah adalah area Tegal Alun, yaitu seluas 56,7 Hektar. Tegal Alun yang merupakan padang Edelweiss terbesar se-Asia Tenggara ini kini berubah menjadi hitam. Hanya beberapa batang Edelweiss saja yang bertahan. Itulah pili yang kini harus di tanggung Gunung Papandayan, Miris.
Sumber : http://www.jelajahgarut.com/

Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
© Copyright 2017 Info Paguci - All Rights Reserved - Distributed By Artworkdesign - Created By BLAGIOKE Diberdayakan oleh Blogger