Saturday, April 15, 2017

April 15, 2017
Sebelum mendaki Gunung Papandayan ada beberapa hal yang nesti kita persiapkan, salah satunya adalah Jaket untuk melindungi dari dainginnya cuaca ketika mendaki di Gunung Papandayan. Jaket gunung merupakan salah satu perlengkapan paling penting yang wajib dimiliki oleh setiap pendaki Gunung Papandayan. Banyaknya produk jaket gunung yang beredar di pasaran, seringkali membuat kita bingung untuk menentukan pilihan. Jaket yang seperti apa yang cocok untuk mendaki gunung. Perlu diketahui, tidak semua jaket Gunung yang tersedia di pasaran cocok digunakan dalam aktivitas pendakian gunung. Perlu beberapa pertimbangan yang harus dilakukan oleh para pendaki dalam memilih jaket untuk aktivitas pendakian gunung.Jaket gunung hendaknya dipilih dengan cermat dan tepat agar bisa gunakan dalam jangka waktu yang lama serta kondisi yang sesuai dengan gaya pendakian kita.

Beraktivitas di alam bebas seperti mendaki gunung, hiking dan traveling saangat beresiko mengundang bahaya. Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan peralatan dengan segala sesuatunya secara tepat. Jangan mementingkan  gaya dan gaul semata, percuma jaketnya keren tetapi tidak bisa melindungi tubuh kita selama berpetualang di alam bebas. Berikut ini beberapa cara memilih jaket gunung:


1. Sesuaikan Dengan Ukuran, Model Dan Bahan

  • Kenyamanan - merupakan satu faktor terpenting. Hal utama yang harus diperhatikan adalah nyaman tidaknya jaket tersebut digunakan?. Pilihlah jaket dengan ukuran yang sesuai dengan tubuh kamu. Hindari kamu memilih jaket yang terlalu ketat dan pastikan saat kamu mencobanya, jaket tersebut dapat memberikan kenyamanan dan ruang saat kamu bergerak. Jaket harus menutupi bagian atas dan bagian lengan tertutup rapat supaya mencegah udara dingin masuk.
  • Pemilihan Model - Untuk model bisa disesuakan dengan selara, pilihlah jaket yang memiliki kerah tinggi dan topi penutup kepalanya.
  • Perhatikanlah Detail - Detail utama yang diperhatikan adalah bagian kantong dan resleting. Terlalu banyak kantong malah membuat jaket kurang efektif. Perhatikan pula masalah fungsi. Kantong di bagian samping perut, selain untuk menyimpan barang, bisa pula digunakan untuk menghangatkan telapak tangan. Reseleting yang baik biasanya memiliki lapisan yang tahan air. Bila tidak, minimal resleting di bagian depan memiliki lapisan penutup lagi untuk mencegah angin masuk. Beberapa jaket memiliki resleting di bagian ketiak, agar tetap sejuk selama dipakai. Model ini bisa menjadi pilihan.
  • Bahan Jaket - Pada umumnya jaket gunung dibuat dari bahan wind-braker atau water-proof. Karena iklim kita beriklim tropis jadi pilihlah yang water-proof. Jaket gunung ada yang menyematkan polar di bagian dalamnya, sehingga akan lebih hangat ketika dipakai, namun akan terasa panas jika digunakan saat siang hari. Ada jaket gunung yang hanya menggunakan lapisan dalam berupa furing, biasanya jaket seperti ini memang digunakan untuk mengurangi panas di dalam jaket, bahan luarnya biasanya dibuat dari bahan polyester. Sekarang ini, banyak jaket yang menggunakan teknologi seperti goretex, sebuah teknologi yang membuat lapisan jaket anti air dan kedap udara, namun tetap bisa mengalirkan udara panas di dalam jaket keluar. Jaket dengan bahan polar bagian dalamnya sangat tidak direkomendasikan dipakai saat musim hujan, karena ketika terkena air hujan, maka akan memakan waktu lama untuk kering. Bawalah dua jaket sekaligus saat pendakian, yang satu berbahan polar  masukan ke dalam tas carrier dan pakailah saat akan tidur, satunya lagi yang berbahan polyester untuk dipakai ketika berjalan karena memang tidak membuat panas terperangkap di dalam jaket, namun tetap bisa melindungi dari hujan dan angin gunung.
2. Pilihlah yang Anti Air/Watterproof
Sobat bisa melakukan tes dengan mengucek-ngucek sedikit jaket yang akan dibeli. Bahan anti air, seperti taslan dan gore-tex, biasanya akan terasa lebih licin dan kaku. Bila ingin memastikan kualitas, sobat dapat meniup salah satu bagian kain. Bila terasa mampat, dapat dipastikan bahan ini tersebut anti air.

3. Pemilihan Warna
Warna terang atau Gelap? Warna gelap biasanya dipilih karena tidak mudah kotor, namun warna gelap akan mudah menyerap panas sehingga tidak cocok digunakan saat siang hari. Jaket gunung dengan warna gelap juga akan membuat kita susah terlihat di alam bebas. Warna ternag sangat dianjurkan karena dapat memantulkan cahaya sehingga lebih mudah terlihat dan dikenali. Pilihlah jaket dengan satu warna, karena satu warna berarti lebih sedikit jahitan untuk menempelkan warna tersebut. Sedikit jahitan akan membuat jaket kamu lebih nyaman dipakai saat kondisi hujan maupun berangin.

3. Sesuaikan Dengan Medan Dan Waktu Penggunaan
Medan seperti apa yang akan sobat hadapi? Bila sobat pergi ke gunung dengan ketinggian 2.000 – 3.000 mdpl, maka gunakanlah jaket dengan bahan dalam polar untuk menghangatkan. Waktu penggunaannya pun sebaiknya dipakai pada saat tidur. Apabila dipakai untuk berjalan, maka keringat akan keluar berlebihan, sehingga tubuh akan merasa terlalu lelah akbat dehidrasi.Pada beberapa kasus  pendakian ke puncak seperti ke Gunung Semeru atau Rinjani, perjalanan dilakukan sekitar pukul 02.00 pagi. Tentu saja jaket harus dipakai untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.
  
4. Perhatikan Merk
Pilihlah merk yang sudah sobat kenal, atau sobat sudah memiliki referensi mengenai merk tersebut. Merk luar yang terkenal seperti Jack Wolfskin, Heads, Timberland, dll. Beberapa merk ada pula yang mencantumkan logo gore-tex. Untuk merk lokal, beberapa yang bagus diantaranya Eiger, Consina, Avtech, dan Rei Ada juga merk yang kurang dikenal namun memiliki bahan yang sangat bagus. Sobat adventure bisa menilai dari resletingnya. Bila tercantum merk jaket yang sama, berarti jaket terbilang bagus. Karena, tidak sembarang perusahaan bisa membuat logo di resleting. Bila tidak memakai merk sendiri, pilihaln jaket dengan merk resleting YKK, yang sudah terjamin kualitasnya.



Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment