Friday, December 19, 2014

December 19, 2014
Info Papandayan - Gunung Papandayan berada di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut Jawa Barat. Gunung Papandayan merupakan gunung api starto 2 yang memiliki ketinggian sekitar 2665 meter diatas permukaan laut mdpl. Gunung Papandayan adalah gunung tertinggi kedua di Kabupaten Garut setelah Gunung Cikuray dan merupakan gunung aktif  kedua setelah Gunung Guntur.

Dikawasan Gunung Papandayan terdapat beberapa kawah yang cukup besar dan terkenal. Beberapa kawah tersebut diantaranya: Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Manuk dan Kawah nagklak. Hingga saat ini kawah tersebut masih mengeluarkan asap dan uap panas dari sisi dalamnya.

Secara topografi Kawasan Gunung Papandayan memiliki kawasan yang curam, berbukit,bergunung serta terdapat beberapa tebing yang terjal.Schimid dan Ferguson mengklasifikasikan Gunung Papandayan  termasuk tipe B dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm per tahun dengan kelembaba udara sekitar 70-80% serta temperatur 10 ยบ C.

Gunung Papandayan memiliki potensi wisata yang dapat menarik wisatawan. Keindahan Gunung Papandayan mampu menghipnotis setiap mata pengunjung. Salah satu tempat yang paling sering di kunjungi di gunung Papandayan adalah kawasan Kawahnya. Kawah Papandayan merupakan komlek gunung berapi yang masih aktif seluas 10 hektar. Masing-masing Kawah memiliki lubang-lubang magma berkuran besar dan kecil yang mengeluarkan asap/uap air hingga menimbulkan suara yang unik.

Sejarah Letusan Gunung Papandayan
Sejarah mencatat bahwa Gunung Papandayan telah beberapa kali meletus diantaranya pada tanggal 12 Agustus tahun 1772, 11 Maret 1923, 15 agustus 1942, dan 11 november 2002. Letusan paling dahsyat terjadi pada tahun  1772 dan berhasil menghancurkan sekitar 40 Desa dan menelan korban sekitar 2957 orang. Daerah yang terkena longsoran material letusan sejauh 10 km dengan lebar 5km.Sampai saat ini Gunugn Papandayan satusnya masih akttif.

Sejarah Penamaan Gunung Papandayan

Sejarah penaman Gunung Papandayan bemula dari sekelempok masyarakat yang mendengar suara gaib pada saat melintasi Gunung Papandayan. Suara yang didengar oleh sekelompok masyarakat itu terdengar seperti suara besi yang dpukul. Suara yang sama seperti seorang tukang pandai besi yang sedang membuat suatu perkakas seperti pisau, golok dan lain-lain.

Sejarah Penetapan Cagar Alam Gunung Papandayan

Kawasan hutan Gunung Papandayan ditetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Gb. Tanggal 14-2-1924 Nomor: 36 Stbl. 43, seluas 884 Ha. Kemudian pada tanggal 5-10-1978 melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 610/ Kpts/Um/10/1978, sebagian wilayah seluas 221 Ha diubah menjadi Taman Wisata Alam. Berdasarkan Surat Keputusan menteri Pertanian Nomor : 68/Kpts/Um/l/79 tanggal 22 - 1 - 1979 kawasan cagar alamnya diperluas sehingga menjadi 6.000 Ha. Kemudian atas dasar Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 226/Kpts11/1990 tanggal 8-5-1990, Cagar Alam Gunung Papandayan ditetapkan menjadi seluas 6.807 Ha dan Taman Wisata Alam seluas 225 Ha.

Keanekargaman Fauna Di Gunung Papandayan

Dikawasan Pondok Saladah dapat kita temukan jejak yang ditinggalkan oleh satwa liar seperti macan tutul dan babi hutan, baik berupa jejak kaki maupun kotoran yang masih basah. Satwa liar yang terdapat adalah : Babi Hutan (Sus vitatus), Trenggiling (Manis javanica), Kijang (Muntiacus muntjak), Lutung (Trachypitecus auratus) dan beberapa jenis burung seperti : Walik (Treron griccipilla), Kutilang (Pycononotus aurigaste) dan lain-lain  atau sudah. mengering.

Keanekargaman Flora Di Gunung Papandayan
Kawasan Gunung Papandayan memiliki banyak keanekaragaman tumbuhan yang beragam seperti: Flora yang terdapat umumnya didominir oleh pohon Suagi (Vaccinium valium) dan Edelweis (Anaphalis javanica), sedangkan bentuk vegetasi lainnya adalah Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanopsis argentea), Kihujan (Engelhardia spicata), Jamuju (Podocaspus imbricatus), Pasang (Quercus sp), Manglid (Magnolia glauca). Sepanjang Perjalanan kita akan menemukan Tumbuhan Endemik yang unik, tumbuhan liar yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan ataupun obat seperti Begonia, Poh-pohan, Tepus, Honje, Umbi-umbian, Bimbit dan masih banyak lagi jenis lainnya dan Tanaman berbahaya untuk manusia, misalnya yang dapat menimbulakan rasa gatal jika tersentuh oleh kulit, seperti daun pulus dan tareptep.

Kawah Gunung Papandayan

Dikawasan Gunung Papandayan terdapat 14 buah kawah namun hanya beberapa kawah yang memiliki luas cukup besar dan terkenal. Beberapa kawah tersebut diantaranya: Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Manuk dan Kawah Nangklak. Hingga saat ini kawah tersebut masih mengeluarkan asap dan uap panas dari sisi dalamnya. Kawah Mas merupakan salah satu kawah ditengah-tengah kubah dengan lebar seluas 150 meter. Selain kawah ada juga beberapa genagan air yang berwarna-warni/ tidak hanya itu sobat juga dapat menjumpai sungai-sungai kecil bekas jalur aliran lahar pada saat  Gunung Papandayan meletus tahun 2002.

Pondok Saladah Gunung Papandayan

Pondok Saladah merupakan padang savana yang sangat luas yaitu seluas 8 hektar dan beada di ketinggian 2.288 meter diatas permukaan laut. Kawasan ini menjadi tempat favorite bagi para pendaki gunung karena dikawasan ini  terdapat beberapa sungai kecil yang alirannya mengalir sepanjang tahaun. Sungai tersebut diberi nama sungai Cisaladah.

Tegal Panjang Gunung Papamdayan

Kawasan Tegal Panjang Gunung Papandayan termasuk daerah konservasi, Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Garut. Kawasan ini tidak bisa diakses oleh sembarang orang apalagi untuk camp. Selain termasuk Cagar Alam Tegal Panjang juga sebagai tempat berkembangnya hewan-hewan yang dilindungi seperti macan tutul, rusa atau mencek dan lainnya.

Tegal Alun Gunung Papandayan
Tegal ALun Gunung Papandayan merupakan sebuah dataran luas seluas 32 hektar yang banyak ditumbuhi bunga edelweis yang menghampar. Salah satu keindahan Papandayan ini adalah surga tamana bunga edelweis terbesar. Kawasan ini merupakan padang bunga edelweis terluas dan terbesar se-Asia Tenggara. Tegal Alun adalah salah satu tempat tertinggi di Gunung Papandyan dan merupakan spot terbaik untuk melihat dan menikmati keindahan bunga edelwais. Tegal Alun merupakan salah satu tempat paling menarik yang wajib dikunjungi di Gunung Papandayan.Berada di Tegal Alun yang menjadi titik tertinggi puncak Gunung Papandayan dengan udara serta kabut yang menyelimuti menjadi kenangan indah dihati para pendaki

Air Panas Gunung Papandayan
Sumber air panas juga terdapat di Gunung Papandayan. Sumberair panas belerang yang berkhasiat dalam penyembuhan penyakit kulit ini berada di kawasan perbatasan Blok Cigenah. Selain sumber air panas kawasan ini memiliki keindahan alam dengan vegetasi tanaman yang masih utuh dan alami serta ditunjang dengan suhu udara dan kesejukannya.

Curug Gunung Papandayan

Tidak banyak yang mengetahui bahwa ternyata di Gunung Papandayan terdapat air terjun yang indah dengan genangan-genangan air yang berwarna warni. Air dicurug ini sangat jernih namun mengandung belerang. Curug ini ditemukan oleh seorang Fhotographer bernama Tatang yang berhasil mengabadikan dan menjuarai lomba Fotographer yang diadakan di kawasan Gunung dan Kawah Papandayan.


Keterangan Umum

Nama Gunung Api : Gunung Papandayan
Nama Kawah : Kawah Mas, Kawah Nangklak, Kawah Manuk
Nama kawah lain di sekitar Gunung Papandayan : Tegal Alunalun dan Tegal Brungbung.
Lokasi
a. Administrasi : Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat
b. Posisi Geografi : 7019’00" LS dan 107044'00"BT

Ketinggian : a. 2665 dml
b. 1950 m di atas dataran Kota Garut.
Kota Terdekat : Garut
Tipe Gunungapi : Strato tipe A
Pos Pengamatan : Terletak pada ketinggian 1050 mdol di Kampung Pusparendeng, Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan.


Cara Pencapaian
Kawah Mas Gunun Papandayan dapat dicapai dari Bandung dengan kendaraan bermotor melalui 2 jalan alternatif. Jalan alternatif pertama, melalui kota Garut (lama perjalanan sekitar 2 jam), lalu menuju Kecamatan Cisurupan (lama perjalanan sekitar 20 menit) dan dari sini dilanjutkan hingga Kawah Mas (lama perjalanan sekitar 25 menit). Jalan alternatif kedua, melalui Pangalengan, melewati daerah perkebunan Garut Selatan (Perk. Sedep dan Malabar) hingga perkebunan Cileuleuy (lama perjalanan sekitar 3 jam), dari sini dilanjutkan menuju Kawah Mas (lama perjalanan sekitar 30 menit).

Demografi
Konsentrasi pemukiman penduduk berada di sektor Timur Laut, Tenggara dan Timur-enggara yakni di Kecamatan Bayongbong, Cikajang dan Cisurupan. Sedangkan pemukiman penduduk di sektor utara, baratlaut, barat, baratdaya dan selatan jumlahnya relatif sedikit.

Inventarisasi Sumberdaya Gunung Api
1.Batuan Beku
Cadangan batuan beku cukup berlimpah, berupa lava berkomposisi andesit dan andesitbasaltik, dimanfaatkan menjadi batu belah dan batu lempengan untuk keperluan bahan bangunan dan batu hias serta pengerasan jalan dan pembuatan jembatan.
2. Belerang (Sulfur)
Cadangan belerang (sulfur) cukup berlimpah, terutama di Kawah Mas (puncak Gunung Papandayan), dipergunakan untuk pembuatan pupuk. Akses jalan menuju Kawah Mas sudah beraspal dengan kondisi relatif baik, kecuali antara tempat parkir dan Kawah Mas.
3. Kaolin
Cadangan kaolin relatif sedikit, terutama terdapat di sekitar Gunung Walirang, Kawah Mas dan di sebaran endapan guguran puing (debris avalanche deposit). Biasanya dipergunakan untuk pembuatan porselin dan obat-obatan.

Wisata Gunung Api
Terdapat di sekitar puncak Gunung Papandayan, yakni di Kawah Mas. Untuk objek camping yang cukup representatif, adalah di sekitar Tegal Alun-alun dan Tegal Brungbung. Panorama alam yang cukup memukau, terdapat di sektor barat, baratlaut dan utara, terutama karena hamparan perkebunan tehnya.

Untuk yang suk  hiking, dapat melakukannya melalui sektor timurlaut, yakni melalu kampung Panday, melewati Pos Pengamatan Gunung Papandayan (berposisi di kampung Pusparendeng), kampung Pangauban (dengan kemiringan lereng relatif kecil, yakni berkisar antara 5o dan 100). Dari sini menuju puncak Gunung Papandayan sektor timurlaut melewati punggungan berkemiringan lereng antara 30 o dan 45o. Lama perjalanan berkisar 5-6 jam




[Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Papandayan]
Newer Post
Previous
This is the last post.
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment