Saturday, April 1, 2017

April 01, 2017
Info Papandayan - Tegal Panjang Gunung Papandayan merupakan dataran karpet alam padang rumput ilalang yang terbentang luas. Hamparan savana nan hijau terhampar terlukis lembah lembah kecil pegunungan yang dipagari pohon diantara belantara hutan membentuk lingkaran memanjang tak beraturan. Itulah gambaran tentang Tegal Panjang salah satu keping keindahan Gunung Papandayan.

Kawasan Tegal Panjang Gunung Papandayan termasuk daerah konservasi, Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Garut. Kawasan ini tidak bisa diakses oleh sembarang orang apalagi untuk camp. Untuk memasuki kawasan ini harus mendapatkan izin simaksi dari BKSDA Kabupaten Garut. Selain termasuk Cagar Alam Tegal Panjang juga sebagai tempat berkembangnya hewan-hewan yang dilindungi seperti macan tutul, rusa atau mencek dan lainnya.

Cara Agar Bisa Sampai Di Tegal Panjang Gunung Papandayan
Untuk mencapai Tegal Panjang ada dua jalur yang bisa dilalui yaitu melalui jalur utama yaitu melalui Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut dan melalu jalur Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Kedua jalur tersebut sama-sama memakan waktu tempuh sekitar 4-5 jam perjalanan normal dari dari Lawang Angin atau Cokrahan dengan perjalanan yang agak menurun dan melewati rimbunnya hutan Gunung Papandayan. Hati-hati saat berjalan karena banyak daun Tereptep di sepanjang jalur.

Saran Dan Tips
Kebanyakan para pendaki memilih jalur via Cisurupan karena akses jalan cukup baik. Jika memilih jalur Cisurupan perjalanan di mulaidari alun-alun kecamatan Cisurupan dan apabila memilih jalu Pangalengan maka berangkatlah dari Desa Cibatarua. Untuk lebih jelasnya sobat bisa membaca postingan sebelumnyatentang Cara Mendaki Gunung Papandayan.

Perjalanan dimulai dari area parkir melintasi jalan besar beraspal yang sudah rusak. Kemudian mnyusuri  jalan setapak dengan trek jalur berupa bebatuan bekas letusan material vulkanik. Setelah berjalan beberapa menit saja kita kan menjumpai jalur dimana terdapat beberpa semburan asap dari bebrapa lubang dan kawah dengan bau belerang yang menyengat. Gunakan masker untuk menghindari bau belerang.Terus berjalan hingga ke Lawang Angin. Disini pengunjung dan pendaki Gunung Papandayan diwajibkan melapor di Pos 2 Gunung Papandayan. Di situ terdapat persimpangan, jalur lurus menuju Pangalengan sedangkan ke Hutan Mati harus melewati jalur ke sebelah kiri. Tidak jauh dari Pos 2, pengunjung Hutan Mati akan sampai di camping ground Pondok Saladah Papandayan Garut. Dari Pondok Saladah, Hutan Mati sudah terlihat, jalan menuju Hutan Mati dari Pondok Saladah juga jelas.

Tujuan awal perjalanan kita adalah Pondok Saladah (Tempat berkemah parapendaki Gunung Papandayan).Pondok saladah dapat ditempuh dengan jangka waktu tempuh normal yaitu dua hingga tiga jam dari pintu masuk kawasan Gunung Papandayan. Setelah melewati bibir kawah kita harus turun menuruni trek yang lumayan curam untuk menuju lembah serta menyebrangi sebuah sungai kecil kemudian menanjak untuk bisa sampai di jalan besar yang terpotong akibat letusan Gunung Papandayan. Nah dari jalan besar inilah kita harus terus berjalan sampai di Pos II (Hoberhoet) Dari sini kita belok kiri dan menyusuri jalan setapak dengan jalur landai dengan rimbunnya ppohon cantigi disepanjang jalur.

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment