Thursday, April 6, 2017

April 06, 2017
Info Guntur - Semakin mendaki puncak kota Garut semakin samar, sebaliknya sosok Gunung Guntur  menegas seperti kerucut batu yang berwarna kelabu memberi gambaran seram dan mencekam. Gundul gersang dan tandus liar dan panas. Sama seperti mendakinya ternya menuruni Guntur ternyata lebih susah dan merepotkan. Langkah kaki sering terpeleset dan ter jatuh karena jalur yang licin dan hanya berpegangan pada seutas ilalang. Pendakian Gunung adalah siksaan. Itulah gambaran setelah saya beberapa kali mendaki Gunung Guntur. Berikut adalah sejarah pendakian Gunung Guntur.


Sejarah Pendakian Gunung Guntur
Gunung Guntur pertama kali didaki oeleh pendaki berkebangsaan  Jerman, Dr. Frans Wilhelm Junghuhn pada tahun 1837. Pada saat itu F Junghuhn memasukan Gunung Guntur sebagai gunung api terakatif di Pulau Jawa pada waktu itu setelah Gunung Lamongan di Jawa timur, adapun Gunung Merapi menempati urutan ke tiga.

Sejarah Letusan Gunung Guntur
Sejarah mencatat terakhir kali Gunung guntur meletus yaitu pada tahun 1847. Dahsyatnya Letusan tersebut diabdikan dalam sebuah cerita rakyat yang berkaitan dengan riwayat Ratna Inten Dewata, Ranggalawe asal mula Tarogong dan Situ Cangkuang.

Berikut gambar dan foto dari ‘Geheugen van Nederland’. Pertama, gambar ‘Uitbarsting van den Goenoeng Agoeng of Goentoer 1839-1844’ (Letusan Goenoeng Agoeng atau Goentoer 1839-1844). Kedua, foto ‘Gebouwen in het landschap; op de achtergrond een berg: Observatie Post Goentoer’ (Sebuah bangunan berlatar sebuah gunung: Pos Pengamatan Goentoer).

Letusan Goenoeng Agoeng atau Goentoer 1839-1844
Gunung Guntur Pada zaman penjajahan juga disebut dengan nama Gunung Agoeng. Pada gambar tersebut terlihat kepulan asap letusan Gunung Guntur menjulang tinggi ke angkasa.
Gebouwen in het landschap, op de achtergrond een berg. Observatie Post Goentoer
Dahsyatnya letusan Gunung Guntur membuat pemerintah Hindia-Belanda  mendirikan ‘Observatie Post Goentoer’ (Pos Pengamatan Gn. Guntur), yang berada di Kampung. Cukangkawung, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogongkaler sekarang. Bangunan rumah pada gambar tersebut merupakan pos pengamatan Gunung Guntur tempo doeloe.

Sejarah Penamaan Gunung Guntur Dan Legenda Di Dalamnya
Sejarah atau legenda Gunung Guntur ternyata menceritakan tentang sebuah kerajaan. Pada zaman dahulu kala, konon terdapat sebuah kerajaan yang berdiri  di sekitar lembah kaki Gunung Kutu. Kerjaan tersebut adalah "Kokorobokan" yang di pimpin oleh seorang raja bernama Sunan Ranggalawe. Sunan Ranggalawe memiliki seorang kakak peremuan bernama  Ratna Inten Dewata. Jika menurut peraturan kerjaan, Sunan Ranggalawe tidak bisa menjadi seorang raja.  Yang lebih berhak menjadi sang raja seharusnya adalah kakaknya. Tapi karena Ratna Inten Dewata adalah seorang peremuan, maka Sunan Ranggalawe lah yang akhirnya diipilh menjadi seorang raja untuk menduduki tahta dan mewarisi dari raja terdahulu.

[sumber gambar: naratasgaroet.wordpress.com]

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment