Tuesday, April 11, 2017

April 11, 2017
Info Papandayan - Tegal Alun Gunung Papandayan merupakan sebuah dataran luas seluas 32 hektar yang banyak ditumbuhi bunga edelweis yang menghampar. Salah satu keindahan Papandayan ini adalah surga tamana bunga edelweis terbesar. Kawasan ini merupakan padang bunga edelweis terluas dan terbesar se-Asia Tenggara. Tegal Alun adalah salah satu tempat tertinggi di Gunung Papandyan dan merupakan spot terbaik untuk melihat dan menikmati keindahan bunga edelwais. Tegal Alun merupakan salah satu tempat paling menarik yang wajib dikunjungi di Gunung Papandayan.Berada di Tegal Alun yang menjadi titik tertinggi puncak Gunung Papandayan dengan udara serta kabut yang menyelimuti menjadi kenangan indah dihati para pendaki
[Sumber Gambar: www.indonesia-tourism.com]
Bunga Edelwais Gunung Papndayan
Bunga Edelweis, bunga abadi sicantik yang memesona ini merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan termasuk di Gunung Papandayan. Bunga tersebut mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus. Hal tersebut karena bunga edelweis mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga Edelweis biasanya bermekaran di antara bulan April dan bulan Agustus, bunganya sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan lebah terlihat mengunjunginya.

Berbeda dengan Pondok Saladah yang tersedia beberepa fasilitas seperi toilet dan mushola, tidak ada fasalitas apapun yang tersedia di Tegal Alun. Jika diabndingkan dengan Hutan Mati dan Tegal Panajang, Tegal Alun merupakan tempat paling jauh dengan trek jalur yang cukup sulit sehingga wisatawan biasa jarang ada yang sampai dilokasi ini. Yang bisa dan biasa sampai ke Tegal Alun adalah para pendaki yang sudah biasa mendaki gunung. Dikawasan ini dilarang untuk berkemah dan mendirikan tnda. Selain itu para pendaki juga dilarang membuat api unggun. Hal ini bertujuan untuk menjaga Tegal Alun tetap lestari dan menghindari terjadinya kebakaran.

Tegal Alun terakhir kali mengalami kebakaran pada tanggal 6 September 2015. Api yang membakar ratusan hektare kawasan Gunung Papandayan menghanguskan sejumlah blok termasuk Tegal Alun. Api Pertama kali api muncul di kawasan Tegal Alun kemudian merembet ke kawasan Tumaritis, Samudra Arjuna, dan Cileuleuy bahkan kabut asap sudah mulai mengarah ke wilayah perbatasan Kabupaten Bandung di kawasan Stamplat serta Pamulihan.

Cara Menuju Ke Tegal Alun Gunung Papandayan
Cara untuk bisa menikmati keindahan Tegal Alun Gunung Papandayan cukup mudah. Perjalanan dimulai dari lapangan parkir menuju jalan beraspal yang telah rusak melintasi jalan setapak dengan trek jalur berupa bebatuan bekas letusan material vulkanik. Setelah berjalan beberapa menit saja kita kan menjumpai jalur dimana terdapat beberpa semburan asap dengan bau belerang yang menyengat. Pakailah masker yang telah dibasahi air untuk menghindari bau belerang.

Dari sini tujuan awal kita adalah Pondok Saladah (Tempat berkemah parapendaki Gunung Papandayan). Pondok saladah dapat ditempuh dengan jangka waktu tempuh normal yaitu dua hingga tiga jam dari pintu masuk kawasan Gunung Papandayan. Setelah melewati bibir kawah kita harus turun menuruni trek yang lumayan curam untuk menuju lembah serta menyebrangi sebuah sungai kecil kemudian menanjak untuk bisa sampai di jalan besar yang terpotong akibat letusan Gunung Papandayan. Nah dari jalan besar inilah kita harus terus berjalan sampai di Pos II (Hoberhoet) Dari sini kita belok kiri dan menyusuri jalan setapak dengan jalur landai dengan rimbunnya pohon cantigi disepanjang jalur.

Dari Pondok Saladah perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Hutan Mati/Dead Forest. Dari Hutan Mati ini kita mengaambil jalan yang paling kiri kemudian terus mengikuti jalur yang mengarah menuju puncak gunung. Dari Hutan Mati ini kita akan melewati kawasan Hutan Cantigi yang rindang dengan udara yang sejuk. Trek yang harus dilalui adalah trek dengan bebatuan dengan jalur yang terjal. Setelah melewati kawasan Hutan Cantigi maka kamu akan langsung masuk ke kawasan Tegal Alun Gunung Papandayan.


Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment