Mengenali Jalur Pendakian Gunung Guntur

Gunung Guntur tidak seperti gunung – gunung di daerah tropis lainnya. Gunung ini justru terlihat tandus dan gersang. Jalurnya pun di domina...

Gunung Guntur tidak seperti gunung – gunung di daerah tropis lainnya. Gunung ini justru terlihat tandus dan gersang. Jalurnya pun di dominasi oleh savanna dan batuan kerikil kecil sisa letusan.jarang kita menjumpai pohon besar sepanjang lintasan pendakian yang bisa kita gunakan untuk berteduh. Terutama pada lintasan sesudah melewati Curug Citiis. Medan yang tandus dan gersang membuat Gunung Guntur lebih dikenal karena cuacanya yang liar. Tekanan angin dan suhu udara yang panas, bahkan bisa di bilang ganas.


Untuk mendaki Gunung Guntur, kita bisa melalui jalur curug citiis, yang berada di kampung citiis, kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut. Jalur pendakian ini merupakan jalur terpendek dan termudah yang ditemukan oleh Frans Junghun. Jalur ini selain melewati air terjun atau curug citiis, anda juga akan melalui lokasi penambangan pasir citiis yang beroperasi sejak tahun 1960 an.

Untuk menuju kampung citiis, anda yang dari Jakarta bisa menumpang bus jurusan garut. Ada dua alternatif disini, anda bisa menumpang bus Jakarta – garut yang melewati tol cipularang, turun di terminal garut, lalu naik angkot jurusan cipanas, turun di gerbang kampung citiis, dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Atau bisa juga naik bus jurusan garut via puncak, dan langsung turun di gerbang desa citiis. Tapi dengan waktu tempuh yang lumayan lebih panjang. Saya sendiri dengan tidak sengaja menumpang bus yang melewati daerah puncak, karena tadinya saya pikir bus itu akan melewati tol cipularang. Tapi ada untungnya juga, karena saya tidak usah lagi oper angkot, dan bisa langsung turun di citiis. Ongkosnya saat itu 35rb rupiah. Tapi mungkin jika anda mendaki beramai-ramai, soal ongkos mungkin masih bisa di negosiasi lagi dengan kenek bus. Saya sendiri karena saat itu melakukan pendakian seorang diri, jadi gak ada pilihan lain, selain menerima tarif yang di ajukan si kenek.

Dari gerbang desa citiis, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju kampung citiis dengan menumpang ojek, atau bisa juga dengan berjalan kaki. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit dengan menggunakan ojek. Tarifnya sekitar 10rb-an. Biasanya tukang ojek disana sudah biasa mengantar pendaki yang ingin mendaki gunung guntur. Ia akan mengantarkan kita ke rumah kepala desa terlebih dahulu untuk melakukan perizinan.  Setelah selesai mengurus perizinan, tukang ojek akan membawa kita melanjutkan perjalanan menuju lokasi penggalian pasir.

Di sekitar lokasi penggalian pasir ini, terdapat jalan agak lebar yang biasa digunakan truk truk pasir untuk keluar masuk. Sebagian bercabang, jadi sebaiknya anda banyak bertanya pada penambang – penambang pasir arah yang menuju ke jalur pendakian. Sekitar 30 menit dari kampung citiis, anda akan menemui pipa saluran air di aliran sungai kecil disisi kanan anda. Pipa itu bisa anda jadikan patokan jalur pendakian anda. Ikuti alur pipa tersebut, melewati hutan yang rindang dan ladang – ladang penduduk sampai anda menjumpai curug citiis.

Curug Citiis

Suasana disekitar Curug Citiis begitu sejuk. Anda bisa mendirikan tenda dikawasan tersebut. Tempat itu bisa menampung kurang lebih 2 -3 tenda. Selain itu juga terdapat sebuah shelter kecil yang bisa anda gunakan untuk beristirahat. Anda bisa menambah persediaan air ditempat ini, karena setelah ini, anda akan kesulitan menemukan mata air di sepanjang jalur pendakian.

Selepas curug citiis, anda harus naik kearah padang savanna, bukan lagi jalur hutan seperti sebelumnya. Jadi aliran sungai haruslah berada di sisi kanan jalur pendakian anda. Disinilah tantangan dimulai, tanjakan terjal dan berbatu merupakan jalur yang akan anda lewati selepas kawasan air terjun. Saya sarankan agar anda menggunakan baju atau kaus berlengan panjang. Selain untuk melindungi dari sengatan sinar matahari, juga untuk melindungi kulit dari sayatan semak dan ilalang yang tumbuh disepanjang jalur pendakian. Kira – kira satu jam selepas air terjun citiis, anda akan menjumpai sebuah area yang cukup “teduh” dan dapat menampung sekitar 2 buah tenda. Anda bisa beristirahat disini atau melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Cara Mendaki Gunung Guntur

Tidak jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya, medan yang akan anda lalui didominasi tumbuhan jenis ilalang dan semak dan pepohonan yang kering merangas tanpa daun. Tampak pula pepohonan yang batangnya hitam seperti habis terbakar. Dikanan kiri jalur anda akan melihat bekas aliran lava yang telah membeku. Medan pendakian semakin lama semakin menanjak dengan kemiringan berkisar antara 45 – 75 derajat. Jika anda mendaki di siang hari dengan teriknya sinar matahari, anda akan merasakan betapa panasnya berjalan di punggungan gunung Guntur ini.

Semakin mendekati puncak pertama, jalur yang akan anda lalui semakin terjal dan gersang. Medan yang kita lalui pun didominasi campuran antara tanah, pasir dan kerikil, sehingga jika kita tidak pintar – pintar memilih jalan anda akan mudah terperosok ke bawah karena jalur yang licin. Saya sendiri saat melewati jalur ini, sempat teringat jalur plawangan yang menuju puncak slamet, kondisi jalur yang licin dan curam, serta minim pegangan untuk menahan tubuh agar tak terperosok kebawah.

Mendekati puncak pertama, anda akan melalui sebuah pohon cemara yang cukup besar. Pohon ini sebenarnya sudah terlihat dari bawah, karena tidak ada lagi sesuatu yang menghalangi pandangan kita ke atas. Setelah melewati pohon ini, kira –kira 15 menit kemudian, anda akan menemui sebuah batu besar. Lalu 15 menit dari batu besar tersebut, anda akan tiba di puncak pertama. Total waktu untuk mencapai puncak pertama dari curug citiis adalah 2 – 2.5 jam. Tapi saya sendiri waktu itu membutuhkan waktu sampai 3,5 jam. Kebetulan saat itu saya lupa membawa persediaan air yang banyak, sehingga pergerakan saya jadi lebih lambat.

Puncak Pertama

Dipuncak pertama ini, ada lokasi yang terletak sebelum bibir kawah yang bisa anda jadikan tempat untuk mendirikan tenda. Tapi pastikan pasak tenda anda terpasang dengan kuat, karena dikhawatirkan ada angina yang sewaktu – waktu bertiup kuat. Kawah gunung guntur berada di sebelah kiri anda. Berhadapan dengan Gunung Cikuray yang terlihat menjulang tinggi. Dari puncak pertama ini anda dapat melihat pemandangan kota garut, areal pemukiman, persawahan, situ bagendit, komplek pemandian Cipanas dengan jelas. Puncak kedua juga terlihat dengan jelas beserta jalurnya.

Menuju puncak kedua, anda akan melintasi lembah yang jalurnya cukup landai, sebelum akhirnya menanjak kembali. Anda berjalan melipir punggungan kawah, kemudian belok kanan menanjak daerah terjal, dengan kemiringan sekitar 4 derajat. Punggungan yang anda lintasi berupa padang savanna yang cukup luas dengan pemandangan yang cukup indah. Medan terjal tersebut berupa tanahvulkanis yang hangat, gembur, licin, dan di beberapa tempat tanahnya lembek bila diinjak. Perjalanan dari puncak pertama menuju puncak kedua memerlukan waktu sekitar 30 menit.

Puncak Kedua

Seperti halnya puncak pertama, areal puncak kedua juga di dominasi padang savanna. Berada di antara puncak pertama dan puncak tertinggi gunung guntur. Padang savanna memisahkan kedua puncak tersebut dan menampakkan pemandangan yang sangat menarik. Beberapa jenis tanaman jenis cantigi yang tumbuh terbatas ikut menambah pesonanya. Gunung –gunung berhutan rimbun disisi gunung guntur dan dibatasi lembah serta jurang – jurang yang menganga dalam pun ikut menambah daya tarik disekitarnya. Di puncak ini terdapat seperangkat peralatan dan pagar kawat yang sudah rusak. Perlengkapan tersebut tampaknya bekas alat untuk memantau keadaan gunung guntur. Dari sini, puncak tertinggi gunung guntur terlihat dihadapan anda. Jalur menuju ke puncak tertinggi itupun terlihat dengan jelas.

Baca Juga: Cara Mendaki Gunung Guntur Via Jalur Cikahuripan

Nah, setelah puas menikmati pemandangan dan melepas lelah di Puncak kedua, kawan2 bisa melanjutkan pendakian menuju puncak tertinggi gunung guntur. Dari puncak kedua ini, jalur yang akan anda lewati tidak jauh berbeda dengan jalur dari pucak pertama menuju puncak kedua. Kanan kirinya merupakan padang savanna yang luas. Beberapa tanaman termasuk jenis cantigi juga bisa anda temui disini. Setelah sedikit menurun, jalur yang anda lalui akan menanjak terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Tidak sampai 40 menit dari puncak pertama, anda akan sampai di puncak tertunggi gunung guntur (2.249 mdpl)

Puncak Tertinggi

Area puncak gunung guntur cukup datar dan memiliki luas kira – kira 2 kali lapangan Voli. Disini terdapat seperangkat peralatan yang berfungsi untuk memantau aktivitas gunung api. Anda juga bisa melihat anggunnya Gunung Cikurai dengan sangat Jelas. Pemandangan dari puncak gunung guntur sangat menakjubkan, sehingga perjalanan berat melintasi medan yang sulit dan melelahkan seakan terbayar dengan keindahan yang anda saksikan. Bukannya mau lebay, ya emang susah di ungkapkan dengan kata2. saya nggak akan medeskripsikan seperti apa keindahan panorama yang bisa anda nikmati di puncak Gunung Guntur. Karena keindahan alam, memang tidak akan cukup didefinisikan dengan kata2. Yupz, anda harus lihat sendiri, nikmati, resapi, dan sadari, bahwa betapa kecilnya diri kita bila dibandingkan dengan ciptaan tuhan yang maha kuasa.

Dan yang terpenting, anda tidak akan tega menikmati alam ini untuk anda sendiri bukan..? anda tentu ingin anak cucu anda pada generasi yang akan hanya akan mendengar tentang indahnya bumi kita dari dongeng2 dan cerita2 usang pendahulunya. Karena itu, sebagai pendaki gunung, kita juga harus berlaku sebagai pencinta alam. Karena anda sadari atau tidak, tanah tempat kita berpijak, tanah Indonesia, dianugerahi kekayaan dan keindahan alam yang tak ternilai harganya. Yang akan rusak jika tidak kita jaga..

COMMENTS

Name

Air Terjun Air Terjun Sipis-Pido Ambon Anak Krakatau Argentina Australia Azalea Hotel Bali Banda Aceh Bandung Banjarmasin Banten Banyu Alam Resort Banyumas Banyuwangi Batu Tumpang Bau-bau Bekasi Belanda Berita Blitar Bogor Bondowoso Boyolali Brebes Budaya Buffalo Hill Bukit Alamanda Bukit Moko Bukit Tinggi Bulukumba Bungalow Camping Ground Candi Candi Cetho China Cirebon Curug Curug Abeh Curug Cibadak Curug Cigandi Curug Cihanyawar Curug Cimandi Racun Curug Cisarua Curug Citiis Curug Dano Curug Di Garut Curug Gandasari Curug Kancil Curug Ngebul Curug Orok Curug Raden Curug Teko Danau Danau Dariza Danau Toba Darajat Pass Dieng Diving Fauna favehotel garut Festival San Fermin Floating Market Flora Garut Gersik Gunung Gunung Anding Gunung Bromo Gunung Gede Gunung Ijen Gunung Karacak Gunung Kerenceng Gunung Kidul Gunung Lainnya Gunung Lawu Gunung Merapi Gunung Pangrango Gunung Puntang Gunung Rinjani Gunung Semeru Gunung Slamet Gunung Tangkuban Perahu Gunung Tengger Hongkong Hotel Hotel Augusta Hotel Banyu Arta Hotel Bintang Redannte Hotel Cipanas Indah Hotel Ciputra Jakarta Hotel Familie Ayu Garut Hotel Horison Bandung Hotel Mulih Ka Desa Hotel Paseban Garut Hotel Ramayana Hotel Suminar Hotel Tirtagangnga Info Cikuray Info Guntur Info Papandayan Info Tiket Info Wisata Inggris Iran Jakarta Jalur Cikahuripan Jalur Cilawu Pemancar Jalur Pendakian Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Jepara Jogjakarta Plaza Hotel Jombang Kalimantan Kalimantan Barat Kamojang Green Hotel & Resort Kampung Sampireun Resort & Spa Kampung Sumber Alam Karanganyar Karimun Jawa Kawah Kawah Ijen Kawah Kamojang Kawah Putih Kebun Binatang Kebun Raya Bogor Kediri Kepulauan Mentawai Kolaka Korea Selatan Lampung Lembang Lingkungan Lombok London Macau Madiun Madura Magelang Majalengka Makassar Malang Medan Melbourne Mojokerto Ngada Nias NTB NTT Nusa Tenggara Timur Pacitan Panatai Nglambor Panduan Pangandaran Pantai Pantai Pandansari Pantai Sawarna Pantai Sengigi Pantai Sorake Pantai Uluwatu Pasar Klungkung Pati Pekanbaru Pemalang Penginapan Penginapan Hotel Ambhara Penginapan Inna Garuda Hotel Pontianak Probolinggo Pulau Bawean Pulau Kish Pulau Riung Pulau Seribu Puncak Darajat Pass Purbalingga Riau Sabang Sabda Alam Hotel & Resort Sari Papandayan Sejarah Sejarah Gunung Cikuray Sejarah Gunung Guntur Sejarah Gunung Papandayan Semarang Simaksi Singapura Singgahsana Cipelah Situ Situ Bondo Situ Cibeuereum Situ Cileunca Situ Patenggang Sleman Solo Status Gunung Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Sulawesi Utara sum Sumatera Barat Sumatera Utara Sumedang Surabaya Surabya Taipei Taman Bungkul Taman Laut Bunaken Taman Nasioanal Way Kambas Taman Nasional Taman Nasional Alas Purwo Taman Nasional Baluran Taman Nasional Komodo Taman Nasional Wakatobi Tana Karo Tana Toraja Tebing Keraton Tegal Telaga Warna Teluk Bone Thailand Tilanga Tips Trenggalek Turki Villa Villa Aquin Villa Buleud Villa Edelweiss Garut Wisata Kuliner Wonosobo Yogyakarta
false
ltr
item
Info Paguci: Mengenali Jalur Pendakian Gunung Guntur
Mengenali Jalur Pendakian Gunung Guntur
https://3.bp.blogspot.com/-rYV9NyMa9H8/WvLpvRboIfI/AAAAAAAAOKY/Kk4RenJ1E4o_cKm43TH5CFRBnYzP5VbEQCLcBGAs/s400/Mengenali%2BJalur%2BPendakian%2BGunung%2BGuntur.jpeg
https://3.bp.blogspot.com/-rYV9NyMa9H8/WvLpvRboIfI/AAAAAAAAOKY/Kk4RenJ1E4o_cKm43TH5CFRBnYzP5VbEQCLcBGAs/s72-c/Mengenali%2BJalur%2BPendakian%2BGunung%2BGuntur.jpeg
Info Paguci
https://infopaguci.blogspot.com/2018/05/mengenali-jalur-pendakian-gunung-guntur.html
https://infopaguci.blogspot.com/
https://infopaguci.blogspot.com/
https://infopaguci.blogspot.com/2018/05/mengenali-jalur-pendakian-gunung-guntur.html
true
5027764179436207265
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All Info Menarik Lainnya LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy